Langsung ke konten utama

Postingan

Jodoh Datang?

Jodoh Datang? Selamat Malam, Sudahkah Siap Menikah? Bagaimana Jika Pesan Itu Sampai Kepada Mu Sudahkan Mempersiapkannya? Atau Masih Takut Untuk Menerima Kenyataan Itu Wanita Mana Yang Tak Jadi Salah Tingkah Saat Pertanyaan Itu Langsung Diterima Khawatir, Cemas, Atau Menjadi Salah Arah Nyatanya Kini Yang Datang Benar Serius Adanya, Ia Yang Berani Melontarkan Secara Langsung Juga Berani Memperjuangkan
Postingan terbaru

Permainan Hati

Berkali-Kali Pada Akhirnya Aku Harus Terjebak Dengan Permainan Hati. Bukan Lagi Tentang Cinta Yang Semu, Tapi Ini Tentang Mencari Cinta Sejati Yang Berkesungguhan. Mencoba Terlihat Santai Walau Akhirnya Sikap Itu Harus Terbunuh Dengan Penantian Yang Tak Berujung Kabar. Aku Percaya, Allah Telah Titipkan Rasa Cinta Itu Kepada Dia Yang Terbaik Yang Kelak Datang Dengan Kesungguhan. Bukan Pada Mereka Yang Datang Menaruh Harapan Lebih Lalu Menghilang. Jika Aku Harus Jujur. Penantian Dalam Rasa Yang Ditauh Itu Sangatlah Tidak Mudah Untuk Ditahan. Bayang-Bayangnya Selalu Mengganggu Disetiap Kenangan. Bahkan Ia Bisa Menciptakan Bayangan Yang Lainnya. Sungguh Ini Tidak Adil Untuk Hati Yang Menunggu. Ia Kembali Resah Antara Datang Dan Pergi. Bukan Perkara Itu, Masalah Jodoh Hati, Ikhlaskan Kepada Allah. Tapi Masalah Penantian Itu Sangat Tidak Wajar Lebih Baik Ia Datang Secara Diam,   Dari Pada Harus Datang Dengan Terang-Terangan Dan Meninggalkan Harapan.

Jaga Hati

Mungkin Bisa Saja Jika Ia Inginkan Untuk Mencuri Hati Tanpa Menjaganya Atau Bisa Saja Menjadi Seperti Kebanyakan Terlena Di Dalamnya Tapi, Itu Semua Tegas Ia Tolak Agar Tidak Terjadi Fitnah Aku Terhentak Dan Beristghfar Ini   Baik Dia Baik Tapi Tetap Aku Tidak Akan Memaksakan Rasa Biarlah Allah Yang Tetap Menggerakkan Semuanya Tetap Menjaganya Dengan Penjagaan Yang Baik Agar Hati Kami Tetap Taat Dalam Jalan Yang Lurus

Jejak Yang Hilang

Lama Tidak Meninggalkan Jejak Bukan Karena Tak Banyak Kisah, Tapi Justru Ingin Menenggelamkan Kisah Begitu Banyak Silih Berganti Kamu Yang Pergi, Dia Yang Datang Aku Sengaja Menenggelamkan Rasa Dengan Banyak Cara Karena Nyatanya Rasa Fitrah Yang Allah Titipkan Akan Tepat Jatuh Dimana Percuma Jika Memaksakan Rasa Jika Rasa Itu Hanya Semu Dan Tak Terolah Aku Disini Yang Sedang Menjaga Menjaga Hati Yang Silih Berganti Agar Tetap Terkondusifkan Hingga Waktu Menjawab Dan Indah Pada Tempatnya

Dear Lelaki Yang Memilihku

Salam Hangat Dan Salam Bahagia Dari Aku Yang Disini Menantimu Tulisan Ini Suatu Saat Akan Sampai Ditanganmu Kelak, Saat Engkau Memutuskan Untuk Memilihku Dear Lelaki Yang Memilihku.. Coba Tengok Dan Periksa Hatimu, Sudahkah Lurus Niat Yang Engkau Niatkan. Benarkah Ia Karena Ibadah Atau Hanya Sekedar Pelampiasan Belaka Dear Lelaki Yang Memilihku.. Istikharahlah Dengan Kesungguhanmu, Sebagaimana Aku Istikharah Dengan Kesungguhanku.. Mintalah Petunjuk Kepada Allah Tentang Aku.. Dan Aku Akan Tetap Meminta Petunjuk Kepada Allah Tentangmu Dear Lelaki Yang Memilihku.. Tuluslah, Ikhlaslah, Serahkanlah Kepada Allah Pemilik Hati. Tak Perlu Engkau Memaksa, Terlebih Kecewa.. Biarlah Takdir Senatural Mungkin Yang Akan Menghantarkannya. Dear Lelaki Yang Memilihku.. Sajak Ini Kusampaikan Bukan Karena Sajak Biasa, Melainkan Ada Hal Penting Yang Akan Tersampaikan, Semoga Engkau Mendapatinya Walau Pesan Ini Masih Tersirat. Dear Lelaki Yang Memilihku.. Tanyakan P

Aku Kembali

Setelah ku berupaya melupakan Aku kembali Setelah waktu itu pergi Aku kembali Setelah semuanya berlalu Aku Kembali Aku kembali kepada kenyataan bahwa bayang-bayang itu belum tentu menjadi nyata. Aku kembali mengingatkan diri untuk tidak lagi berharap. Aku kembali memantapkan diri untuk melenyakan dan menganggap semuanya tidak mengapa. Sebulan ini, bukan aku tak banyak aksara untuk itu Tapi aksara itu sengaja ku sembunyikan dan menghapusnya segera dari ingatan Aksara itu tak ingin ku tulis, agar aku tak terus menulisnya Biarlah waktu yang menjawab

Menunggumu di Ujung Waktu

Aku yang bodoh Menunggumu di ujung waktu Berharap ada moment terbaik seperti kala itu Aku yang bodoh Telah terperangkap malam bersama waktu itu Malam yang kini menjadi kerinduan Aku yang bodoh Telah menunggu sesuatu yang tidak dinantikannya Izinkan aku mengutip kalimat seru darimu "Tabir cinta kuasa illahi,  wajar hamba itu saling mencintai karena memang di situ tercermin sifat ar-rahman ar-rahim Sang Kuasa..  Butuh waktu yg cukup untuk menentukan sebuah pilihan dan tentu pilihan itu dari Sang Pencipta, Tugas sang hamba hanyalah berserah kepadaNya. Jangan banyak angan-angan nanti akan membuat Hati jadi lelah, berdampak langsung ke Hati.  Bicara tentang Hati, "diciptakan untuk saling mengasihi dan menyayangi" dan diciptakan di muka bumi itu dengan berpasang-pasangan.  Jadi jangan khawatir dengan janjiNya, Mantapkan Iman untuk bekal songsong kehidupan yang sesungguhnya."